Artikel
Go International: UNSUDA Lamongan Gandeng PCI NU Malaysia dan Ma’had Aly Sunan Drajat dalam Kolaborasi Trilateral
Universitas Sunan Drajat (UNSUDA) Lamongan terus mengakselerasi langkahnya menuju panggung internasional. Hal ini dibuktikan dengan peresmian kerja sama strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNSUDA Lamongan, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Malaysia, dan Ma’had Aly Sunan Drajat.
Sinergi trilateral ini dirancang untuk memperkuat jejaring global perguruan tinggi berbasis pesantren, sekaligus mengoptimalkan implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di level mancanegara.

Visi Rektor: Simbiosis Mutualisme Lintas Negara
Rektor Universitas Sunan Drajat Lamongan, Dr. Nashihin, M.Pd.I, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan tonggak sejarah penting bagi institusi. Menurutnya, hubungan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah bentuk kemitraan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme).
“Kerja sama ini adalah momentum yang sangat baik sekali. Kami berharap implementasi dari kesepakatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata, baik dalam penguatan akademik, internasionalisasi kampus, maupun pengabdian masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dr. Nashihin.
Beliau menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan upaya UNSUDA untuk membuktikan bahwa lulusan pesantren memiliki daya saing global yang tinggi tanpa harus menanggalkan jati diri keislamannya.

Potensi Jejaring Luas di Malaysia
Paparan mendalam disampaikan oleh Ihyaul Ladzib, S.H.I., M.A., yang menguraikan potensi besar di balik kerja sama ini. Beliau mengungkapkan bahwa PCI NU Malaysia memiliki infrastruktur pendidikan dan sosial yang sangat luas di Negeri Jiran, yang siap menjadi laboratorium lapangan bagi civitas akademika UNSUDA.
Tercatat, PCI NU Malaysia mengelola jaringan yang mencakup:
- 41 titik sanggar pendidikan;
- 6 sanggar bimbingan;
- 5 lembaga Ma’had yang memiliki relasi kuat dengan PCI NU Malaysia.
Lebih jauh lagi, kolaborasi ini membuka akses strategis ke jalur pemerintahan Malaysia, khususnya di sektor Pendidikan Islam yang terafiliasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini diprediksi akan memperluas ruang manuver UNSUDA dalam diplomasi pendidikan internasional. Salah satu program yang segera dijajaki adalah kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Menjaga Karakter Santri di Kancah Global
Langkah internasionalisasi ini tetap berpijak teguh pada visi besar Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat. UNSUDA berkomitmen untuk mencetak kader pemimpin yang tidak hanya memiliki wawasan global dan kemampuan entrepreneurship, tetapi juga tetap memiliki kepribadian santri, bermental rahmatan lil ‘alamin, serta berakhlaqul karimah.
Melalui kerja sama ini, UNSUDA Lamongan menegaskan dirinya sebagai institusi yang adaptif terhadap tantangan zaman namun tetap konsisten menjaga nilai-nilai ke-NU-an dalam setiap gerak pengembangannya.
Author
Admin_INSUD
Published on
13/12/2025




